House Music vs EDM: Apa perbedaannya?

Persyaratan house music Dan EDM (Electronic Dance MusicIstilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, tetapi keduanya merujuk pada konsep yang berbeda dalam dunia musik elektronik. Baik Anda penggemar baru atau pendengar berpengalaman, memahami perbedaannya dapat membantu Anda lebih menghargai musik, menemukan artis baru, dan menemukan suara yang tepat untuk selera Anda. […]

House Music vs EDM: Apa perbedaannya?

Persyaratan house music Dan EDM (Electronic Dance MusicIstilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, tetapi keduanya merujuk pada konsep yang berbeda dalam dunia musik elektronik. Baik Anda penggemar baru atau pendengar berpengalaman, memahami perbedaannya dapat membantu Anda lebih menghargai musik, menemukan artis baru, dan menemukan suara yang tepat untuk selera Anda.


Apa House Music?

House music Genre ini berasal dari tahun 1980-an di kancah klub bawah tanah Chicago. Ciri khasnya adalah ketukan empat ketukan yang konsisten, alunan bass yang penuh perasaan atau dalam, ritme yang berulang, dan seringkali menyertakan sampel vokal. House dikenal karena strukturnya yang berfokus pada alur dan mudah untuk diiringi tarian, serta subgenre seperti:

  • Deep House – lembut, bernuansa jazz, dan atmosferik
  • Afro House – berakar pada ritme Afrika dan energi perkusi
  • Tech House – hibrida dari techno minimalisme dan house alur
  • Progresif House – peningkatan emosi dan transisi melodi

Seniman terkenal:
Frankie Knuckles, Black Coffee, Keinemusik (Rampa, &ME, Adam Port), Peggy Gou, dan Play House – sebuah kebangkitan house DJ berbasis di Paris yang dikenal karena kedalamannya, afro house Set yang terinspirasi oleh musisi seperti Keinemusik dan Black Coffee.


Apa EDM?

EDM merupakan singkatan dari Electronic Dance Music, dan ini adalah istilah umum yang mencakup berbagai genre elektronik yang dirancang untuk festival, klub, dan siaran radio. Sementara house music merupakan subgenre dari EDM, istilah “EDMIstilah "musik" biasanya merujuk pada genre yang lebih umum dan berenergi tinggi seperti:

  • Big Room – bagian instrumental yang berirama seperti lagu kebangsaan, sering dimainkan di festival-festival besar.
  • Dubstep – bass yang bergetar, ritme sinkopasi
  • Trap – dentuman bass 808 yang kuat, hi-hat yang cepat, dan pengaruh hip-hop.
  • Future Bass – melodis, didominasi vokal dengan suara synth yang cerah.

Penting EDM seniman:
Martin Garrix, Marshmello, David Guetta, Skrillex, dan Zedd.


House vs EDM: Perbedaan Utama

AspekHouse MusicEDM
AsalChicago, tahun 1980-anLedakan global tahun 2000-an
SuaraAsyik, berulang, penuh perasaanBerenergi tinggi, fokus pada tetesan
SubgenreDeep house, afro house, tech houseDubstep, big room, trap, future bass
AtmosferKlub, bawah tanah, santaiFestival, komersial, eksplosif
Tempo115–125 BPM125–150+ BPM

Mengapa Ini Penting

Jika Anda menyukai nuansa, ritme, dan alunan musik yang penuh perasaan, house music mungkin menjadi pilihan utama Anda. Jika Anda lebih menyukai bagian klimaks yang mengge exhilarating dan penuh energi, musik mainstream EDM Mungkin lebih sesuai dengan gaya Anda. Kabar baiknya? Ada ruang untuk keduanya di playlist.


Menemukan House Music dengan Play House

Jika Anda ingin menjelajahi hal-hal modern house music, lihat Play House, yang berbasis di Paris DJ pencampuran afro house Dan deep house. Terinspirasi oleh ritme mentah Black Coffee dan atmosfer melodi Keinemusik, Play House menawarkan set dan lagu yang merayakan akar dari house dengan sentuhan modern.

🎧 Dengarkan di Spotify
📺 Tonton di YouTube
🎵 Streaming di SoundCloud
🌐 Situs Web Resmi

Play House
Play House

Play House adalah sebuah DJ dan produser musik yang berbasis di Paris, Prancis. Dia memproduksi house music, dengan pengaruh dari afro house Dan deep house gaya.