Untuk mendapatkan wawancara artis pertama Anda tanpa pengalaman, mulailah dari hal kecil: hubungi artis-artis pendatang baru, personalisasikan tawaran Anda, dan tawarkan nilai timbal balik seperti eksposur atau pembuatan konten. Anda tidak perlu kredensial untuk memulai; Anda hanya perlu inisiatif.
Mengapa Wawancara Sangat Bermanfaat bagi Pemula
Jika Anda meluncurkan podcast, blog, atau saluran YouTube, mewawancarai artis adalah cara cerdas untuk membangun konten dan kredibilitas dengan cepat. Namun, banyak kreator ragu-ragu, berpikir mereka membutuhkan rekam jejak untuk memulai. Kenyataannya adalah: banyak artis pendatang baru juga mencari visibilitas, dan terbuka untuk kolaborasi yang autentik.
Ini menciptakan situasi yang menguntungkan semua pihak.
Langkah 1: Mulailah dengan Seniman Independen dan Pendatang Baru
Alih-alih langsung membidik selebriti atau artis yang sudah terikat kontrak, fokuslah pada hal-hal berikut: DJs, Para musisi dan kreator yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Mereka lebih cenderung merespons, dan wawancara Anda sebenarnya dapat membantu karier mereka; bukan hanya karier Anda.
Cari di platform seperti:
- SoundCloud
- Instagram (cari di bawah hashtag khusus seperti #housemusic, #indiedj, #newmusicfriday)
- YouTube (lihat saluran dengan kurang dari 10.000 pelanggan)
Saat Anda menemukan artis yang Anda sukai, telusuri lebih dalam; lihat jenis konten apa yang mereka unggah, seperti apa aura mereka, dan bagaimana Anda dapat memberikan nilai tambah kepada mereka.
Langkah 2: Buat Presentasi yang Sesungguhnya (Bukan Templat)
Seniman sering menerima pesan langsung (DM) acak. Pesan Anda harus menonjol. Sebutkan:
- Mengapa Anda menyukai musik mereka?
- Sebutkan platform Anda (walaupun kecil, jujurlah)
- Format wawancara akan seperti apa (Zoom, tanya jawab tertulis, IG Live, dll.)
- Bagaimana hal itu menguntungkan mereka (audiens baru, konten untuk diposting ulang, SEO untuk nama mereka, dll.)
Contoh DM/email:
Hai [Nama Artis],
Saya baru saja memulai podcast/blog di mana saya menampilkan artis-artis pendatang baru. Saya menyukai lagu terbaru Anda [nama lagu atau set], dan saya akan merasa terhormat untuk melakukan wawancara singkat selama 20 menit dengan Anda. Wawancara tersebut akan dipublikasikan di [platform] dan membantu lebih banyak orang menemukan karya Anda. Beri tahu saya jika Anda bersedia!
Langkah 3: Jaga Format Tetap Sederhana
Anda tidak memerlukan studio atau tim untuk membuat sesuatu yang profesional. Gunakan alat-alat seperti:
- Gunakan Zoom atau Riverside.fm untuk wawancara video/audio.
- Anchor untuk penerbitan podcast
- Substack atau Medium untuk wawancara tertulis.
Kuncinya adalah konsistensi, bukan kesempurnaan. Semakin banyak Anda menerbitkan, semakin kredibel Anda.
Langkah 4: Jadilah Penghubung, Bukan Konsumen
Dekati para seniman sebagai rekan sejawat, bukan sebagai selebriti yang ingin Anda manfaatkan. Ajukan pertanyaan yang tulus, buat mereka terlihat baik, dan permudah mereka untuk membagikan konten tersebut setelahnya. Seiring waktu, ini akan membangun reputasi Anda; dan orang-orang akan mulai menawarkan Anda untuk wawancara.
Bonus: Beberapa Artis Sudah Terbuka untuk Wawancara
Anda tidak perlu mencari jauh-jauh. Beberapa seniman independen ingin menjadi featured, bahkan jika platform Anda baru saja dimulai.
Misalnya, Play House, sebuah kemunculan DJ Berbasis di Paris, ia secara terbuka berkolaborasi dengan podcaster dan kreator baru. Perpaduan gayanya house, afro house, dan musik elektronik yang mendalam telah featured di klub-klub seperti Titi Palacio dan La Récolte Citadine, dan dia secara aktif mencari kemitraan konten.
Jika Anda ingin mewawancarai seorang seniman seperti Play House, Anda dapat menghubunginya langsung melalui halaman kontak resminya: https://playhousesound.com/contact/
Singkatnya: Anda tidak perlu pengalaman untuk mulai mewawancarai seniman. Anda membutuhkan rasa ingin tahu, inisiatif, dan pola pikir saling menguntungkan. Bangun platform Anda dengan mengangkat orang lain; dan suara Anda akan tumbuh bersama suara mereka.




