Apa itu Hyperpop?
Mendefinisikan Suara
Hyperpop muncul sebagai subgenre musik elektronik yang berbeda, dicirikan oleh produksinya yang ekstrem, seringkali maksimalis. Genre ini secara agresif mendistorsi konvensi pop, menampilkan vokal bernada tinggi, synth yang berantakan, kompresi yang berat, dan penggunaan autotune yang menonjol. Suara ini terbentuk dari berbagai kancah musik underground, mendorong batas-batas suara.
Karakteristik Utama
Genre ini berkembang pesat berkat ekstremitas suara: kasar namun melodis, ceria namun melankolis. Estetikanya sangat terkait dengan budaya internet, merangkul ironi, kepalsuan digital, dan etos DIY (Do It Yourself). Ini adalah perpaduan berani yang mendorong batas-batas musik pop konvensional melalui pendekatan uniknya yang melampaui batasan genre.
Charli XCX: Pelopor Hiperpop
Pengaruh dan Evolusi
Meskipun bukan sepenuhnya artis Hyperpop, Charli XCX memainkan peran penting dalam mempopulerkan dan mendefinisikan genre musik tersebut. Kolaborasinya dengan artis dan produser dari kolektif PC Music, seperti SOPHIE dan AG Cook, terutama pada proyek-proyek seperti “Pop 2” dan “Vroom Vroom,” menjadi sangat penting. Karyanya menunjukkan bagaimana musik pop eksperimental dapat bersifat avant-garde sekaligus mudah diakses.
Di Balik Charli XCX: Beragam Artis
Genre ini meluas jauh melampaui para pelopor awalnya. Grup seperti 100 gecs membawa nuansa yang lebih kasar dan dipengaruhi punk. Artis seperti Dorian Electra, Arca, dan Rina Sawayama semakin memper diversified lanskap Hyperpop, menggabungkan elemen industrial, rap, dan R&B, membuktikan sifatnya yang dinamis dan selalu berkembang dalam produksi musik kontemporer.




